Ria adalah gadis kecil yang hidup dari keluarga miskin dan keluarga yang sudah tidak utuh lagi, karena ayah dan ibunya cerai. Ria sekarang tinggal di rumah kumuh yang berada di pinggiran air bah bersama ibunya dan kedua adiknya yang bernama Dodo dan Kiki.
Hari ini tidak sama dengan hari-hari yang Ria jalani, karena Ria ditunjuk sebagai icon untuk memperingati Hari Kartini oleh gurunya di sekolah dasar tempat Ria tinggal, karena Ria di sekolah dikenal sebagai gadis yang manis, pintar dan memiliki semangat yang besar. Ria pun menerima penghargaan itu dengan senang hati, karena Ria sendiri juga ingin ikut serta dalam memperingati Hari Kartini.
Sepulangnya dari sekolah, Ria melihat kebaya yang indah, tetapi saat ia melihat harga yang terpampang di kebaya tersebut malabihi bayangannya.
Dari kejadian inilah perjuangan Ria dimulai, untuk menjadi icon Hari Kartini dan dapat memberikan penampilan yang sebaik-baiknya. Ria yang hidup dari keluarga miskin tidak mudah mendapatkan kebaya yang ia inginkan untuk dipakai saat peringatan tersebut, maka ia pun mulai mencari cara untuk mendapatkan kebaya tersebut. Ria melakukan semuanya untuk mendapatkan uang yang akan digunakan untuk membeli kebaya yang dimaksud, hingga mengeluarkan semua tabungan yang ia miliki, namun itu semua belum cukup. Ria merasa sedih karena uang yang dimilkinya jauh dari harga yang terpampang di kebaya tersebut. Ria pun tertidur karena kecapekan untuk mencari uang yang dibutuhkannya.
Esok harinya, dengan wajah yang kusut Ria bangun dari tidurnya. Hari ini sekolah libur karena sekolah sedang menyiapkan semua keperluan untuk esok hari saat acara memperingati Hari Kartini. Ria yang semakin bingung karena hanya memilki 1 hari lagi untuk mendapatkan kebaya yang ia inginkan. Ria pun kembali ke toko saat ia melihat sebuah kebaya yang indah, tetapi setibanya ia di sana, gadis kecil ini menagis dengan muka lusuhnya karena kebaya yang ia lihat kemarin sudah tidak lagi pada tempatnya.
Dengan rasa yang kecewa Ria pulang ke rumah untuk menyiapkan pakaian yang seadanya yang ia miliki. Baju putih yang sudah kusam, hanya itu yang Ria miliki. Ria bertanya kepada ibunya “bu, apakah kita memilki kebaya yang bersih? Karena Ria di tunjuk ibu guru untuk ikut serta dalam acara memperingati Hari Kartini?” “kita tidak memiliki apa-apa, tidak seperti saudara-saudara kita di kota sana”, ujar ibu dengan mengelus-elus kepala Ria.
Dari perkataan ibunya itulah Ria memilki sebuah ide untuk pergi ke kota ke tempat saudara-saudaranya. Dengan uang seadanya Ria pun memberanikan dirinya untuk pergi ke kota yang jaraknya lumayan jauh. Ia pun meminta alamat saudaranya kebada ibunya, namun pertama-tama ibunya tidak rela melepaskan Ria ke kota, tetapi semangat Kartininya yang membuat Ria dapat meyakinkan ibunya. Sore hari itu juga Ria berangkat ke kota sendiri dengan menaiki bus beberapa kali, sesampainya di kota ia mencari alamat yang diberikan ibu kepadanya. Ria pun melihat sebuah rumah putih yang megah seperti istana, dalam hatinya berkata “apakah benar saudara saya tinggal di istana yang megah ini?” Ria pun memberanikan diri untuk membunyikan bel rumah dan sesaat ia menunggu Ria disambut oleh seorang ibu yang cantik namun dari wajah itulah Ria pun ketakutan. “kamu kan anaknya ibu Dina kan?” ujar seorang ibu tersebut, “ia bu, saya anak ibu Dina dari desa.”
Ria pun memasuki rumah yang megah itu dan hanya dipersilahkan sampai halaman teras saja. Percakapan antara Ria dan ibu tersebut pun terjadi di teras depan.
Ibu : “ada apa kamu datang sendiri ke rumah saya?” (dengan sombongnya)
Ria : “bebebegini bu, saya datang kesini ingin me…meminjam sesuatu.”(dengan rasa ketakutan)
Ibu : “mau pinjam apa mau meminta?”
Ria : “ saya mau pinjam bu.”(semakin ketakutan)
Ibu : “kamu mau pinjam apa dan buat apa?”
Ria : “sa…saya mau pinjam kebaya bu.”
Percakapan pun terus terjadi, Ria pun semakin ketakutan dan semangatnya pun mulai surut bersama tenggelamnya matahari. Alasan demi alasan Ria lontarkan dan pada saat Ria berkata “saya meminjam kebaya ini untuk di pakai di sekolah untuk memeperingati Hari Kartini”, seorang ibu yang sombong itu pun mulai luluh hatinya mendengar betapa mulianya hati gadis kecil ini, hanya untuk memperingati Hari Kartini ia memberanikan datang ke kota dengan jarak yang jauh dari desa tempat tinggalnya. Ibu tersebut pun memberikan kebaya yang baru saja dibelinya, dan Ria pun terkaget-kaget sembari menangis, karena kebaya yang diberikan ibu tersebut adalah kebaya yang Ria lihat di toko sepulang ia sekolah kemarin.
Hari sudah larut malam Ria pun tidur dirumah saudaranya tersebutdan esok harinya ia kembali ke rumah dengan diantar ibu tersebut dan sekaligus diantarnya kesekolah tempat Ria belajar.
Hubungan antara keluarga Ria di rumah yang kumuh mulai berubah karena semua keluarga yang berada di sana pindah kerumah saudara yang Ria kunjungin kemarin ke kota.
-THE END-
Original by Just Faris
Mafia's Search!!
MAFIA PROFIL
- MAFIA ZONE
- GENK MAFIA TERDIRI DARI PARA MAHASISWA - MAHASISWA YANG MENCINTAI ORANG TUA. KARENA ORANG TUA BAGI KITA ADALAH POWER RANGERS
Rabu, 29 April 2009
Perjuangan Gadis Kecil untuk Memperingati Hari Kartini
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar